Jumat, 15 Mei 2020

Imam Ghazali: Empat Tingkatan Wudlu


Prinsip Thaharah, adalah menyucikan lahir dan batin


MutiaraIbriz | Kitab fiqih karya Imam mana pun juga selalu memulai dengan Bab Thaharah (bersuci). Berikut rahasia wudlu Imam Ghazali yang kami nukil dari, Kitab Sairus Salikin ila Ibadati Rabbil Alamin, Abdussamad Al Jawi Al Palembani, hal 75-76, Terbitan Museum Negeri Aceh. Tulisan ini diambil dari  terjemahan kitab tersebut dengan editan agar sesuai dengan gaya bahasa kekinian.

Definisi Thaharah; Bersuci dari hadats dan najis lahir, selain itu wudlu juga menyucikan diri dari hadats  dan najis batin.

Firman Allah SWT: 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ ...
"... Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri." (QS al-Baqarah [2]: 222). 

مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ - ٦

Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. (QS Al Maidah [5]: 6) 

Sabda Nabi , “Didirikan Islam dengan dasar yang suci.” 

“Berwudlu itu sebagian dari iman.”

Mengambil air wudlu untuk menyucikan badan dari hadats itu setengah dari iman. 

Ketahuilah, Thaharah itu Empat Tingkatan: 

Pertama, menyucikan anggota lahir dari hadats kecil, najis dan kotoran, agar ibadahnya sah.

Kedua, Menyucikan anggota tubuh yang tujuh, yaitu: mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, tangan dan kaki dari segala dosa maksiat yang lahir. Agar suci dari kefasikan dan sebaliknya bisa berbuat adil hingga terbebas dari azab neraka.  

Ketiga, Menyucikan hati dari sifat jahat dan tercela, seperti: Riya, ujub, sombong, hasad, pemarah dan sebagainya. Selain menyucikan hati juga mengosongkannya dari perangai jahat, seperti: ujub, riya, hasad, ghadhab (pemarah), takabur, khianat dan sebagainya. Lalu menghiasi dengan prilaku terpuji, seperti: Ikhlas, zuhud, wara dan tawadhu. Hingga mengenakan pakaian taqwa lengkap dengan asesoris keshalihannya. 

Keempat, Menyucikan hati dari segala sesuatu selain Allah Ta’ala. Inilah Thaharahnya, al Anbiya dan Aulia yang Shiddiq. Menyucikan ruh dan secara otomatis merontokkan segala sesuatu selain Allah di dalam hati. Sehingga hati suci dari kelalaian dan lepas dari ikatan dunia. Hatinya berpakaian zikrullah, asesorisnya hanya ingat kepada Allah, Allah dan Allah. Sehingga prilakunya enteng untuk menegakkan sunnah nabi  dan Aulia yang shiddiqin dan muqarabbin.

Prinsip Thaharah, adalah menyucikan lahir dan batin. Firman Allah Taala:

قُلِ اللّٰ
 ۙثُمَّ ذَرْهُمْ فِيْ خَوْضِهِمْ يَلْعَبُوْنَ - ٩١

"Katakanlah, “Allah-lah (yang menurunkannya),” kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya." (QS Al - an 'Am [6]:91)

Berkata Imam al Ghazali rahimahullah ta’ala: Jadi firman Allah Ta ‘ala “Qulillah” itu, hiasilah hati dengan zikir kepada Allah SWT. Ada pun, “tsuma dzarhum” itu artinya mengosongkan hati dari selain Allah SWT.   

Silakan Klik
Lengkapi Kebutuhan Anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar