Selasa, 17 Maret 2020

Dialog Iblis dan Nabi Muhammad saw (3): Keutamaan Sahabat ra di Mata Iblis



Keimanan sahabat Nabi ﷺ sungguh luar biasa, hingga Iblis pun tak berdaya. Yuk bekali diri dengan amalan-amalan yang menguatkan keimanan

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. “
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .”
“Ali bin Abi Thalib?”

” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya, tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT).



Silakan Klik
DUA VARIAN RASA Gula Aren dan Kayu Secang



Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“aku merasa panas dingin dan gemetar. “
” Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka .”

” Jika ia berhaji?”
” Aku seperti orang gila. “

“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

” Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“mengapa bisa begitu? “
“sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

”Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”

”Apa yang dapat membakar hatimu?”
” istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“sedekah yang diam – diam. “

“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu? “
“Shalat berjamaah .”

“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”

”Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar