Tampilkan postingan dengan label Simpatik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Simpatik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2020

Misi Utama Manusia Hidup di Dunia



وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat [51] : 56)

Jumat, 02 Agustus 2019

KAJIAN ARBAIN Lima Fondasi Ilmu Tasawuf

USHUL TASAWUF Kajian Arbain Tarekat Idrisiyyah Tasikmalaya Juli 2019
Ushul adalah Fondasi yang menopang tiang dan asesoris sebuah bangunan

Minggu, 28 Juli 2019

Hijrah, Proses Menjemput Karunia Allah SWT

Masjid Al Fattah, Tasikmalaya

۞وَمَن يُهَاجِرۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُرَٰغَمٗا كَثِيرٗا وَسَعَةٗۚ وَمَن يَخۡرُجۡ مِنۢ بَيۡتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُٱلۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ أَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ١٠٠

"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS an Nisaa [04] : 100)

Selasa, 23 Juli 2019

Peran dan Fungsi Ilmu Tasawuf (Kajian Tasawuf Serambi Islami Episode 02)

Kajian Tasawuf TVRI Nasional
"Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekadar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri"

Ustadz Rahmat Abdullah dalam "Kematian Hati"

Senin, 08 Juli 2019

Kedudukan Ilmu Tasawuf dalam Islam



SERAMBI ISLAMI: Kedudukan Ilmu Tasawuf dalam Islam (Episode 01)

“Siapa yang bersyariat atau berfiqih tanpa tasawuf dia fasiq dan siapa yang bertasawuf, tapi mengabaikan syariat dia zindiq. Siapa yang mengintegrasikan fiqih dan tasawuf, sungguh ia menapaki hakikat kebenaran”
Imam Malik ra