Rabu, 03 Juli 2019

Abu Yazid Al-Busthomi diingatkan Tawadhu oleh Seekor Anjing Hitam

Anjing Hiram | LovePik

Sifat tawadhu ini sangat jarang ditemukan pada zaman ini. Padahal sifat tawadhu ini sudah dicontohkan oleh Rasulullah   dan para sahabatnya



MutiaraIbriz | Hari sudah malam, Abu Yazid Al-Busthomi berjalan sendirian. Di suatu ruas jalan, dia melihat seekor anjing hitam berjalan mengarah sebaliknya.

Anjing itu seperti, tidak menghiraukan ada orang. Ketika jarak anjing itu makin dekat dan akan berpapasan, Al-Busthomi mengangkat gamisnya. Agaknya beliau khawatir tersentuh anjing yang najis itu.

Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Abu Yazid seperti mendengar pantulan kata-kata yang ditujukan padanya,

“Buluku kering dan tidak akan menyebabkan najis padamu. Kalau pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dengan air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. 

Namun, jika engkau mengangkat gamismu karena menganggap dirimu yang, berbadan manusia lebih mulia. 

Terus  menganggap diriku yg berbadan anjing ini najis dan hina. 

Maka, ketahuilah najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudera!”

Abu Yazid tersentak dan langsung minta maaf. Lalu sebagai permohonan maafnya dia mengajak anjing itu untuk  menjadi teman dalam perjalanannya. 

Tapi si Anjing itu menolaknya.

“Engkau tidak pantas berjalan denganku. Mereka yg memuliakanmu akan mencemoohmu dan melempari aku dengan batu. 

Aku tidak tahu mengapa orang-orang menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada Sang Pencipta wujud ini. 

Lihatlah, aku juga tidak menyimpan dan membawa sepotong tulang pun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung gandum.”

Anjing itu berlalu meninggalkan Abu Yazid yang seperti tak memiliki tulang lagi, lemas. Termenung.



Abu Yazid masih terdiam, “Duhai Tuhanku, , untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaan-Mu saja aku tak pantas. Bagaimana aku merasa pantas berjalan dengan-Mu, ampuni aku dan sucikan hatiku dr najis, Ya Allah Ya Rabbi.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar